BERITA Terbaru dari dunia sepak bola - hasil pertandingan Liga-liga Top Dunia, yang tersaji setiap harinya, dan selalu saja menarik untuk di Baca ......Tim Penyaji : Agung-Andy-Mughnii

Selasa, 20 April 2010

Champion INTER - BARCA

Motivasi Penggawa Inter Lebih Besar saat Hadapi Barcelona 
Inter Milan v Barcelona

MILAN - Barcelona paling dijagokan menjadi jawara Liga Champions musim ini. Selain berstatus sebagai juara bertahan, performa Barca sejak fase grup hingga menjejakkan langkah di semifinal sangat fantastis.

Namun, lawan berat sudah menanti. Barca harus melewati hadangan Inter Milan di Giuseppe Meazza dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.30 WIB). Dua tim tersebut memang sudah bersua di fase grup dan Barca sukses menaklukkan Inter. Namun, kini situasinya berbeda. Motivasi para penggawa Inter jauh lebih besar ketimbang saat pertemuan sebelumnya.


Faktor tuan rumah menjadi salah satu modal bagi Inter. Di sisi lain, lawatan kubu Barcelona terhadang letusan Gunung Eyjafjallajokull di Islandia yang mengakibatkan jadwal penerbangan di Eropa kacau. Alhasil, Carles Puyol dkk harus melawat ke Milan dengan menggunakan jalan darat sejauh 985 km.

Hal itu mengancam stamina para penggawa Barcelona. Nah, kondisi tersebut yang bisa menjadi keuntungan buat tuan rumah Inter. Apalagi, mereka mengusung ambisi untuk mengakhiri sejarah buruk melawan Barcelona.

Meski begitu, para penggawa Barcelona tetap percaya diri. "Dengan banyak waktu yang kami habiskan bersama pelatih, saya yakin itu akan membantu kami lebih bersatu dan solid untuk mengalahkan Inter," papar Sergio Busquets, gelandang Barcelona, seperti dikutip Reuters.

Jangan lupa, Barca punya rekor bagus saat bersua Inter. Dalam delapan kali pertemuan, Barca menang empat kali dan seri tiga kali, sedangkan Inter menang sekali.

Selain itu, Barca tidak terkalahkan dalam partai away di Liga Champions dalam dua musim terakhir. Mereka juga mencatat hasil positif ketika meladeni tim asal Italia. Buktinya, Barca tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir. 

Inter dan Barca pernah bertemu di fase grup lalu. Hasilnya, lagi-lagi Barca yang dominan. Mereka menahan Inter 0-0 di Giuseppe Meazza dan menang 2-0 saat menjadi tuan rumah di Nou Camp.

"Kami harus mempersiapkan diri dengan tenang. Pertandingan seperti ini harus kami lakoni dengan mengandalkan otak dibandingkan kaki. Mental tanding sangat berpengaruh dalam laga sarat tekanan," kata Samuel Eto'o, striker Inter nyang mantan pemain Barca, seperti dikutip Inter Channel.

Meski Barca lebih diunggulkan, bukan berarti skuad Inter kalah mutu. Inter punya barisan belakang solid, lini tengah kreatif, dan deretan striker yang tajam. Tengok saja sukses Nerazzurri -julukan Inter- mengeliminasi jagoan Inggris Chelsea di babak perempat final lalu.

Barca masih belum diperkuat gelandang Andres Iniesta yang cedera. Meski demikian, Barca datang dengan tambahan amunisi. Yakni, penyerang Zlatan Ibrahimovic dan bek Eric Abidal. Soal kendala absennya pemain, sejauh ini itu tidak menjadi masalah besar bagi Barca. Sebab, entrenador Josep Guardiola punya resep jitu untuk mengatasi problem tersebut.

Di sisi lain, arsitek Inter Jose Mourinho banyak belajar dari pertemuan sebelumnya. Dia optimitis kali ini timnya bakal menang. "Mereka pernah mengalahkan kami. Namun, itu bukan berarti mereka bakal kembali mengalahkan kami lagi di babak berikutnya," ujar Mourinho sebagaimana dilansir Soccernet. (ham/c8/ca)

--- 

Perkiraan Pemain 

Inter Milan (4-3-1-2): 12-Julio Cesar (g); 13-Maicon, 25-Samuel, 6-Lucio, 4-Zanetti; 8-Motta, 19-Cambiasso, 5-Stankovic; 10-Sneijder; 9-Eto'o, 22-Milito

Pelatih: Jose Mourinho

-

Barcelona (4-3-3): 1-Valdes (g); 2-Alves, 3-Pique, 18-Milito, 22-Abidal; 6-Xavi, 16-Busquets, 15-Keita; 10-Messi, 9-Ibrahimovic, 17-Pedro

Pelatih: Josep Guardiola

-

Stadion: Giuseppe Meazza, Milan.

-

Head to Head 

24/11/09 Barcelona v Inter Milan 2-0

16/09/09 Inter Milan v Barcelona 0-0

26/02/03 Inter Milan v Barcelona 0-0

18/02/03 Barcelona v Inter Milan 3-0

04/02/70 Inter Milan v Barcelona 1-1



Di Atas kertas 

Inter Milan tidak pernah menang atas Barcelona meski main di kandang. Inter juga tidak mampu mencetak gol ke gawang Barca dalam empat pertemuan terakhir. 

-

Asian Handicap 

Inter Milan v Barcelona 1/4 : 0

Jumat, 16 April 2010

Inter HAJAR Juve


Hajar "Nyonya Tua", Inter Kembali Berkuasa

MILAN, KOMPAS.com - Tuan rumah Inter Milan menaklukkan sepuluh pemain Juventus dengan skor 2-0 pada duel lanjutan Liga Serie A Italia di Giuseppe Meazza, Jumat (16/4/2010). Inter kini menguasai klasemen sementara dengan nilai 70.

Meski tampil dengan kekuatan penuh, tidak mudah bagi Inter untuk menekuk tamunya, yang bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-37. Di menit-menit awal, tuan rumah justru terlambat panas.

Tim tamu, yang semalam sebelumnya diserang dengan lemparan telur oleh suporternya sendiri, justru mampu menciptakan peluang lebih dulu. Dalam dua menit, serangan Vincenzo Iaquinta dan Alessandro Del Piero memaksa kiper Julio Cesar menepis bola menjauhi gawangnya.

"I Nerazzurri" baru memperlihatkan ancaman ketika tendangan keras Thiago Motta meluncur deras ke gawang Gianluigi Buffon. Peluang pertama ini gagal karena ditepis sang kiper.

Setelah itu, "La Beneamata" memegang kendali. Sepuluh menit berlalu, Samuel Eto'o berhasil menusuk pertahanan tim tamu. Tanpa dukungan kawan, upayanya digagalkan oleh tiga lawan yang mengepungnya di kotak penalti.

Permainan menjadi tidak imbang ketika Mohamed Sissoko diganjar kartu kuning kedua. Tak ada pilihan lain bagi "Si Nyonya Tua" selain memperkuat pertahanan.

Taktik bertahan itu cukup ampuh. Sampai sepuluh menit usai jeda, gawang Buffon hampir tak pernah dihampiri bola. Di menit ke-57, Diego Milito meneruskan crossing Maicon di dekat gawang. Buffon tak dapat menjangkaunya, tapi bola hanya lewat di samping gawang.

Hingga menit ke-70, Inter membuang tiga peluang emas. Dimulai dengan tendangan keras Dejan Stankovic yang ditepis Buffon pada menit ke-64, lalu sundulan Milito dan tendangan keras Sneijder yang melenceng.

Memasuki menit ke-75, permainan bola dari Douglas Maicon mengubah skor pertandingan. Bek kanan asal Brasil itu melakukan juggling dengan pahanya sebelum melepas tendangan voli ke sudut kiri gawang Juve. Gol, 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Setelah membuang dua peluang dari Mario Balotelli dan Milito, Inter menambah satu gol lagi di injury time. Sulley Muntari bebas mengirim umpan silang ke depan gawang. Di sana sudah ada Eto'o yang dengan mudah menyodoknya ke dalam jaring. Skor 2-0 berakhir sampai peluit berbunyi panjang.

Susunan pemain:
Inter Milan:
Cesar; Zanetti, Samuel, Lucio, Maicon; Cambiasso, Motta (Stankovic 46), Sneijder (Muntari 88); Pandev (Balotelli 55), Eto'o; Milito.

Juventus: Buffon; Grosso, Chiellini, Cannavaro, Zebina; Melo, Marchisio (Salihamidzic 78), Sissoko, Diego; Del Piero (Poulsen 41), Iaquinta (Amauri 72).

Rabu, 14 April 2010

The Gunner vs Spurs



Bertemu Arsenal Tantangan Tersendiri bagi Tottenham
Tottenham v Arsenal

LONDON - Tottenham Hotspur harus segera melupakan kegagalan menembus final Piala FA. Tugas selanjutnya sudah menanti. Yakni, menjamu rival sekota, Arsenal, dalam lanjutan Premier League dini hari nanti (siaran langsung ESPN pukul 01.54 WIB).

Menghadapi Arsenal menjadi tantangan tersendiri bagi Tottenham. Sebab, Spurs -julukan Tottenham- tidak pernah berhasil merebut poin penuh dalam lima musim terakhir. Dalam empat laga terakhir di kandang, Spurs hanya bisa menahan imbang Arsenal tiga kali dan sekali kalah.


Arsenal memang tidak dalam kondisi terbaiknya. The Gunners -julukan Arsenal- tidak bisa menurunkan sejumlah pemain pilar karena cedera, termasuk kapten sekaligus playmaker Cesc Fabregas. Tapi, bagaimanapun, mereka jauh lebih bugar daripada para penggawa Spurs yang harus berjibaku melawan Portsmouth pada semifinal Piala FA (11/4).

"Kalau bisa memilih lawan, saya ingin melawan Arsenal di pekan berikutnya," kata Harry Redknapp, arsitek Spurs, seperti dilansir Eurosport. "Saya harus memasang skuad pemain yang fit, karena laga ini sangat memengaruhi sisa musim ini secara keseluruhan," lanjut dia.

"Kami baru saja mengalami momen buruk di Wembley (di Piala FA, Red). Pemain saya harus punya spirit untuk bangkit secepat mungkin. Kalau tidak, Arsenal akan menghukum ketidaksiapan kami," tandas Redknapp.

Spurs masih berada di peringkat kelima dengan 58 poin, tertinggal empat angka dari Manchester City yang ada di posisi keempat. Jika ingin memetik tiket ke Liga Champions musim depan, mereka mutlak harus memenangi duel ini. Masalahnya, Arsenal juga sedang bersemangat memburu poin penuh. Kemenangan akan mengantar mereka menggusur Manchester United dari peringkat kedua.

"Ini game yang sangat krusial. Musim tinggal menyisakan lima pertandingan. Kalau kehilangan satu poin saja, kami terlempar dari perburuan juara," kata Manuel Almunia, kiper Arsenal, kepada Sky Sports.

"Seperti itulah cara berpikir kami saat melawat ke Spurs. Kami harus ingat bahwa imbang atau kalah akan membuat peluang kami menjuarai liga hilang. So, buat kami, ini bagaikan laga final," lanjutnya.

Pekan lalu Arsenal baru saja terlempar dari perempat final Liga Champions setelah dihajar Barcelona dengan agregat 3-6. Tapi, Almunia mengaku tekanan derby melawan Spurs lebih berat.

"Melawan Tottenham akan lebih berat. Stadion Barcelona memang besar dan angker, tapi tidak terlalu membuat kami tertekan. Di sini sikap suporter akan jauh berbeda. Apalagi, rivalitas kami sangat panas. Atmosfernya pasti lebih menekan," papar kiper asal Spanyol itu.

Spurs tidak akan diperkuat gelandang bertahan Wilson Palacios yang terkena larangan main dua laga setelah mendapat kartu kuning ke-10 musim ini. Sementara gelandang kreatif Niko Kranjcar out lantaran cedera kaki. Di sisi lain, Arsenal belum bisa diperkuat William Gallas dan Andrei Arshavin. Kabar baiknya, duet defender senior Sol Campbell dan Mikael Silvestre seratus persen fit setelah cukup istirahat. (na/c2/ca)

---

Perkiraan Pemain

Arsenal (4-3-3): 1-Almunia (g); 3-Sagna, 31-Campbell, 5-Vermaelen, 18-Silvestre ; 15-Denilson, 5-Diaby, 7-Rosicky; 14-Walcott, 52-Bendtner, 9-Eduardo

Pelatih: Arsene Wenger

-

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): 1-Gomes (g); 28-Walker, 4-Kaboul, 19-Bassong, 32-Assou-Ekotto; 5-Bentley, 29-Livermore, 3-Bale; 14-Modric; 17-Gudjohnsen, 9-Pavlyuchenko

Pelatih: Harry Redknapp

-

Stadion: White Hart Line, London

-

Head to Head

31/10/09 Arsenal v Tottenham 3-0

08/02/09 Tottenham v Arsenal 0-0

29/10/08 Arsenal v Tottenham 4-4

22/12/07 Arsenal v Tottenham 2-1

15/09/07 Tottenham v Arsenal 1-3

-

Di Atas Kertas

Dalam sepuluh laga terakhir, Tottenham tak pernah mengalahkan Arsenal, termasuk saat main di kandang. Sebaliknya, Arsenal mengoleksi lima kemenangan. Satu di antaranya terjadi di kandang Tottenham.

-

Bursa Asian Handicap

Tottenham v Arsenal 1/4 : 0

Sabtu, 10 April 2010

Madrid di KO Barcelona

Dampak kekalahan MADRID dari Barcelona
KUBU MADRID BELUM LEMPAR HANDUK
MADRID – Real Madrid baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Barcelona. Namun, kubu Los Galacticos masih belum mau melempar handuk dalam perebutan gelar juara.

Kemenangan atas Madrid dalam laga bertajuk El Clasico itu bukan hanya membawa skuad Pep Guardiola memuncaki klasemen dengan torehan 80 poin unggul tiga angka dari Los Galacticos.

Meski demikian, direktur olahraga Madrid Jorge Valdano menegaskan bahwa kekalahan dari Barca ini belum menutup peluang Cristiano Ronaldo dkk untuk memenangi kompetisi La Liga musim ini.

“Kami harus tetap tenang. Kami masih harus menjalani tujuh pertandingan tersisa dan bertarung hingga akhir musim mendatang,” tegas Valdano kepada RealMadrid.com, Minggu (11/4/2010).

“Barcelona pernah memimpin lima poin dan kami mampu memanngkasnya. Sekarang, memang tinggal tujuh pertandingan lagi dan kami mengharapkan hal yang sama terulang lagi,” lanjutnya.

“Saya tahu fans kami sudah berusaha mendukung kami dan saya mengucapkan terima kasih atas itu. Saya tidak bisa berbicara mengenai kekalahan ini, karena para pemain sudah berjuang,” tandasnya.
(hmr)

Kamis, 08 April 2010

Liga Champions - MU ..... KO


Van Gaal: Fergie Nodai "Fair Play" Inggris

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Bayern Muenchen Louis van Gaal menilai, Manajer Manchester United Alex Ferguson telah menodai nama baik sepak bola Inggris dengan menuduh pemain Bayern mendesak wasit Nicola Rizzoli mengeluarkan kartu kuning kedua untuk bek MU, Rafael. Hal itu terjadi pada leg kedua perempat final Liga Champions di Old Trafford, Rabu (7/4/2010).

Rafael diusir dari lapangan menyusul pelanggarannya kepada Franck Ribery pada menit ke-50. MU kemudian memenangi laga itu dengan skor 3-2. Namun, mengingat pada leg pertama, Selasa silam, MU kalah 1-2, Bayern berhak lolos ke semifinal karena unggul agresivitas di kandang lawan.

Menurut Ferguson, seandainya Rafael tidak diusir, MU yang bakal berangkat ke semifinal.

"Saya tak sependapat dengan pendapat Sir Alex," kata Van Gaal. "Setiap pemain harus tahu, ketika Anda mendapatkan kartu kuning pertama, kartu kuning kedua berarti terusir dari lapangan. Saya percaya bahwa itu adalah pelanggaran yang pantas diberi kartu kuning dan itu bergantung kepada pemain tersebut," ulas Van Gaal.

"Kita tak pernah tahu bila kartu kuning kedua (Rafael) akan mengubah permainan. Mudah mengatakan itu setelah kekalahan. Pertandingan ini tak bisa dimainkan lagi. Saya pikir, ia (Ferguson) hanya kecewa. Saya pikir, Inggris adalah negara yang menjunjung fair play dan saya tak menilai (pendapat Ferguson) adil," lanjutnya.

Lebih jauh Van Gaal mengatakan, dengan atau tanpa pengusiran Rafael, ia yakin bahwa timnya bakal lolos setelah Ivica Olic mencetak gol pada menit ke-41, yang memperkecil ketinggalan Bayern menjadi 1-3. Menurut dia, sekalipun jumlah pemain tak berkurang, timnya tetap mampu mencetak gol kedua.

"Dalam 20 menit pertama, United tampil bagus. Namun, setelah tertinggal 0-3, kami mendapat gol bagus dari Ivica Olic dan pada akhir babak pertama. Saya yakin bahwa kami bisa kembali ke jalur kemenangan dan mendapatkan hasil," ungkapnya.

"Merupakan hasil luar biasa mengetahui kami bisa kembali setelah tertinggal tiga gol," tandasnya.

Di babak semifinal, Bayern akan bertemu dengan Lyon. (AP)

Rabu, 07 April 2010

BerCelona Bantai Arsenal

BABAK I: BARCELONA - ARSENAL
Messi Berondong "Gudang Peluru"

BARCELONA, KOMPAS.com — Lionel Messi membuka peluang Barcelona ke semifinal Liga Champions. Tiga golnya di babak pertama membuat Barca unggul 3-1 atas Arsenal pada leg kedua perempat final di Camp Nou, Selasa (6/4/2010).

Tak seperti pada laga pertama di Emirates, kali ini "Blaugrana" bermain lebih hati-hati meski mereka tetap menguasai permainan. Sebaliknya, selama 15 menit pertama, Arsenal lebih banyak menunggu Barca kehilangan bola.

Taktik Arsenal itu berhasil. Abou Diaby mencuri bola dari Gabriel Milito. Bola lalu bergulir ke arah Theo Walcott di kanan. Walcott membawa bola sejajar dengan Nicklas Bendtner di kiri. Bendtner menerima umpan Walcott dan mengegolkannya pada tendangan kedua.

Gol itu membakar semangat kedua tim. Dua menit kemudian, Barcelona menyamakan skor lewat tendangan keras Messi. Kegagalan Mikael Silvestre menahan bola membuat bola bergulir ke arah striker Argentina tersebut. Dengan kaki kirinya, Messi mengirim bola ke bagian kiri gawang Almunia.
Aksi Messi pada menit-menit selanjutnya benar-benar mengancam pertahanan "The Gunners". Puncaknya terjadi pada menit ke-36. Kemelut di depan gawang Arsenal memudahkan Pedro Rodriguez menyodorkan bola kepada Messi. Tak terkawal, Messi melepas tembakan ke tengah gawang.
Tiga menit kemudian, Messi menuntaskan aksi solonya untuk menciptkan gol ketiga. Ia membawa bola sundulan Eric Abidal ke kotak penalti dan mencongkelnya melewati kepala Almunia. Sampai 45 menit pertama, tuan rumah unggul 3-1.

Susunan pemain:
Barcelona:
Valdes; Alvez, Milito, Marquez, Abidal; Xavi, Busquets, Keita; Pedro, Bojan, Messi.
Arsenal: Almunia; Sagna, Vermaelen, Silvestre, Clichy; Denilson, Diaby; Walcott, Nasri, Rosicky; Bendtner.

LHW





Messi Menyihir, Hati Berdesir

BARCELONA, KOMPAS.com — Hanya seorang bintang yang mampu membuat hati berdesir. Dan, bintang Lionel Messi begitu cemerlang saat timnya menghadapi Arsenal pada legkedua babak perempat final Liga Champions, Selasa atau Rabu (7/4/2010) dini hari WIB.

Betapa tidak, Barcelona tertinggal 0-1 lebih dulu. Namun, Messi kemudian menunjukkan segala kebintangannya untuk membalas dengan cepat. Tak hanya itu, dia langsung memborong empat gol untuk membawa Barcelona menang 4-1 dan lolos ke semifinal Liga Champions untuk menantang Inter Milan.

Tiga gol dia borong di babak pertama. Satu gol lagi di babak kedua. Semuanya itu lahir lewat kemampuan individu yang amat spesial.

Dia seolah begitu menyihir Stadion Camp Nou yang penuh sesak dengan aksinya. Caranya menguasai bola, mendribel, melewati lawan, kemudian mengeksekusi bola benar-benar mengagumkan.

Rasanya warga Argentina, khususnya, dan dunia pada umumnya tak perlu lagi terjebak dalam romantisme masa lalu atas kehebatan Pele dan Maradona. Sepak bola sudah kembali memiliki maestro yang mampu menggairahkan permainan. Dia ada dalam diri Messi.

Setelah terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik Dunia versi FIFA 2009, tahun ini seperti membuktikan gelar-gelar bergengsi itu. Ini untuk ketiga kalinya Messi membuat tiga gol atau lebih dalam satu pertandingan.

Pada 14 Maret lalu, Messi menjadi kunci kemenangan saat Barcelona melawan tim berat Valencia di Divisi Primera. Dia membuat hattrick dan membawa kemenangan 3-0. Sepekan kemudian, dia kembali membuat hattrick. Kini, di perempat final Liga Champions, ia mematenkan kebintangannya dengan mencetak empat gol. Arsenal seperti dibuat tak berdaya oleh aksi Messi.

Messi tak hanya jago mendribel bola, tetapi dia seolah tahu pergerakan lawan sehingga berapa pun yang mencegatnya, Messi sering lolos. Dia juga tahu ke mana membawa bola. Selain itu, Messi punya banyak cara menipu lawan. Terakhir, Messi punya eksekusi dahsyat dan akurat. Tendangan kaki kirinya di seputar kotak penalti sulit diprediksi dan tajam menghunjam gawang lawan.

Dia pantas disamakan dengan megabintang Pele dan Maradona. Jika ada yang kurang, itu karena Messi belum menunjukkan kehebatannya di pentas terakbar, yakni Piala Dunia.

Itu perbedaan Messi dengan Pele dan Maradona. Kebesaran sejarah selalu terjadi saat isu dan momen bisa kawin. Pele mampu mengawinkan dua unsur itu di tiga Piala Dunia (1958, 1962, dan 1970). Pele menguasai isu sepak bola sejak tahun 1958, lalu menunjukkan kemampuan terbesarnya di momen terbesar ketiga Piala Dunia itu. Jadilah dia megabintang.

Demikian juga dengan Maradona. Dia sudah menguasai isu sepak bola sejak tahun 1978. Si boncel itu terus dibicarakan sebagai bintang masa depan. Isu itu semakin membesar di Piala Dunia 1986 di Meksiko. Maradona sukses mengawinkan isu tersebut dengan momen terbesar Piala Dunia 1986 dengan menjadi kunci kesuksesan Argentina menjadi juara dunia.

Sekarang, Messi telah menguasai isu itu. Dan, momen terbesar sudah di depan mata, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dia tinggal kembali menunjukkan kehebatannya di pentas terakbar itu, kemudian membawa Argentina juara dunia. Niscaya, dia akan menjadi megabintang ketiga dalam sejarah sepak bola setelah Pele dan Maradona.

Messi sudah mampu menyihir sepak bola hingga hati jutaan orang selalu berdesir menyaksikan aksinya. Namun, dia baru tajir di tingkat klub.

Sihir kembali Piala Dunia 2010, Messi! Buat hati jutaan, bahkan miliaran, manusia berdesir agar engkau menjadi catatan indah sejarah yang kisahnya terus mengalir. (Hery Prasetyo)

Selasa, 06 April 2010

Arsenal Siap Hadapi Barca


[ Selasa, 06 April 2010 ]


Wenger Yakin Arsenal Bisa Manfaatkan Kelemahan Barcelona
Barcelona v Arsenal

MADRID - Barcelona dan Arsenal harus tampil habis-habisan untuk merebut tiket semifinal Liga Champions. Namun, laga second leg perempat final di Stadion No Camp dini hari nanti justru akan menjadi panggung bagi para pemain lapis kedua (siaran langsung RCTI pukul 01.45 WIB). Hal itu seiring dengan banyaknya pemain yang absen di dua tim tersebut.

Tuan rumah punya masalah yang cukup parah. Mereka kehilangan Zlatan Ibrahimovic (cedera betis) dan Andres Iniesta (cedera kaki). Plus dua defender sentral Gerard Pique dan Carles Puyol. Untung, Barca hanya butuh hasil imbang tanpa gol untuk lolos seiring dengan skor 2-2 pada
first leg di kandang Arsenal.

Sebagai pengganti Ibrahimovic,
entrenador Josep Guardiola mungkin akan menurunkan striker muda Bojan Krkic. Produk Akademi Sepak Bola Barcelona La Masia itu membuktikan ketajamannya dengan mencetak dua gol ke gawang Athletic Bilbao di pentas Liga Primera (4/4). Dia bakal didampingi Messi dan Pedro Rodriguez.

"Dia (Bojan, Red) selalu mencetak gol setiap dimainkan di posisi aslinya sebagai striker. Saya selalu merasa berutang kepadanya karena gol-golnya datang pada saat dibutuhkan. Tapi, dia masih muda dan perlu banyak belajar. Saya sangat menyadari fakta itu," jelas Guardiola kepada
AFP.

Kubu Barca optimistis bisa lolos ke semifinal. Acuannya, statistik pada babak 16 besar lalu. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh VfB Stuttgart di Jerman, Barca mengamuk dan membabat sang lawan empat gol tanpa balas di kandang sendiri. Dengan skuad seadanya, Barca memukul Athletic Bilbao 4-1 di Liga Primera (4/4).