BERITA Terbaru dari dunia sepak bola - hasil pertandingan Liga-liga Top Dunia, yang tersaji setiap harinya, dan selalu saja menarik untuk di Baca ......Tim Penyaji : Agung-Andy-Mughnii

Sabtu, 01 Mei 2010

MILAN BERJAYA LAGI


Ronaldinho Akhiri Derita Milan

MILAN, KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Ronaldinho, mencetak gol dari titik penalti, yang menentukan kemenangan timnya 1-0 atas Fiorentina, dalam lanjutan Serie-A, di San Siro, Sabtu (1/5/2010). Ini merupakan kemenangan pertama Milan dalam empat pertandingan Serie-A terakhirnya.

Bermain di kandang sendiri, Milan menampilkan permainan cepat sejak menit awal. Namun, bukan cuma mampu mengatasinya, Fiorentina bahkan mampu mengancam gawang Dida, melalui Steven Jovetic pada menit kelima. Sayang, usaha Jovetic kandas di tangan Dida.


Tiga menit berselang, barulah Milan berhasil membalas ancaman itu melalui Klaas-Jan Huntelaar. Memanfaatkan umpan terobosan Ronaldinho, ia menembakkan bola dari luar kotak penalti, yang sayangnya meleset ke sisi kiri gawang Sebastian Frey.

Milan belum menciptakan ancaman baru ketika Jovetic kembali melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-14. Untung bagi Milan, tembakan Jovetic melenceng ke sisi kanan gawang.

Tak mau memberi peluang musuh, Milan segera mengalirkan gol dengan cepat dari sektor kanan pertahanan Fiorentina, yang berujung tembakan Marco Boriello pada menit ke-17. Namun, eksekusi Boriello juga meleset dari sasaran.

Aksi saling ancam membuat kedua kubu sama-sama membenahi lini pertahanan dan menguasai lini tengah. Pertandingan pun diwarnai aksi perebutan bola yang tak kunjung membuahkan solusi berupa gol, sampai akhir babak pertama.

Sepanjang 45 menit pertama, Milan menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan satu peluang emas dari empat kali percobaan, sama dengan jumlah peluang yang diciptakan Fiorentina.

Memasuki babak kedua, Milan mencoba melanjutkan dominasinya. Sempat kesulitan, mereka berhasil menciptakan peluang gol melalui Clarence Seedorf, pada menit ke-52. Sayang, sepakannya dari luar kotak penalti melenceng ke sisi kanan atas gawang.

Fiorentina belum membahayakan gawang Dida, ketika pada menit ke-63, Ronaldinho nyaris memberikan gol kepada Milan. Sayang, tembakan jarak jauh nan akurat itu berhenti dalam dekapan Frey.

Terus tertekan, Fiorentina ternyata tak kehilangan fokus dan tenang menunggu peluang. Terbukti, ketika intensitas permainan Milan menurun pada menit ke-68, Fiorentina berhasil menyelipkan sebuah ancaman serius melalui Juan Vargas. Untung bagi Milan, tembakan jarak jauh Vargas bisa diblok Dida.

Ancaman itu memang menggugah kembali kewaspadaan Milan. Sayangnya, hal itu tak diikuti peningkatan kualitas permainan atau terciptanya peluang gol, sampai wasit Carmine Russo menghadiahkan penalti kepada Milan, menyusul pelanggaran Per Kroldrup kepada Boriello pada menit ke-78.

Ronaldinho kemudian dipercaya melaksanakan eksekusi berhasil menunaikan tugas. Tembakannya ke sudut kiri gawang begitu akurat, dan yang penting, gagal dihalau Frey.

Keadaan tertinggal tak memberikan Fiorentina pilihan selain menyerang. Mereka pun merenggangkan pertahanan untuk memperbesar dukungan kepada lini tengah dan depan. Perubahan ini membuahkan peluang gol dari Riccardo Montolivo pada menit ke-80 dan Adem Ljajic pada menit ke-84, yang gagal membuahkan gol.

Derasnya tekanan Fiorentina membuat benteng Milan kalang kabut. Puncaknya terjadi Massimo Ambrosini mendapat kartu kuning kedua, akibat mengganjal Alberto Gilardino pada menit ke-87. Keadaan itu membuat Fiorentina semakin di atas angin. Sayang, mereka gagal angka 1-0 di papan skor sampai akhir laga.

Susunan pemain:
Milan:
1-Dida; 77-Luca Antonini, 19-Giuseppe Favalli, 33-Thiaguinho, 15-Gianluca Zambrotta; 23-Massimo Ambrosini, 21-Andrea Pirlo; 80-Ronaldinho (16-Mathieu Flamini 82), 10-Clarence Seedorf (30-Alessandro Mancini 75), 11-Klaas-Jan Huntelaar (9-Filippo Inzaghi 76); 22-Marco Borriello
Fiorentina: 1-Sebastien Frey; 19-Massimo Gobbi, 14-Cesare Natali, 2-Per Kroldrup, 29-Lorenzo De Silvestri; 15-Cristiano Zanetti (39-Keirrison 68)), 28-Mario Bolatti; 8-Stevan Jovetic (22-Adem Ljajic 59), 11-Alberto Gilardino, 32-Marco Marchionni (6-Juan Vargas 57)

TUR

Jumat, 30 April 2010

Inter KO Barcelona

Barcelona di KO Intermilan

Agregat Inter 3 - Barcelona 2

Barcelona barangkali tidak rela Nou Camp dipakai berpesta oleh lawan hingga penyemprot air di lapangan langsung dihidupkan saat pemain Inter Milan masih merayakan keberhasilan lolos ke final Liga Champions. Bagi Jose Mourinho, derasnya semprotan itu terlihat seperti derasnya air mata pemain Barca yang tengah menangisi kegagalan.

Tim yangmemenangi segalanya tidaktahu bagaimana rasanya kalah. Mereka adalah pecundang yang buruk danbegitu juga saya, ” kataMourinho, Pelatih Inter.Barca memenangilaga leg keduasemifinal melawan Inter, Rabu (28/4), tetapi harus menangis sedihkarena gagal lolos ke final. Meski menang 1-0,ambisi Barcatampildi Santiago Bernabeu22 Mei mendatang kandaskarena kalah agregat 2-3setelah pada laga leg pertama kalah 1-3.”


Mourinho menyebut kemenangan Inter dalam dua leg sebagai ”mistis dan bersejarah” saat juara Serie A ini harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-28 setelah gelandang Thiago Motta mendapat kartu merah. Mourinho, yang gagal membawa Chelsea ke final setelah meraih gelar bersama FC Porto, mengatakan, keberhasilannya tahun 2004 tidak seindah kali ini.

”Ini pertandingan yang sangat menegangkan, melawan tim seperti Barcelona dengan 10 pemain. Ini sesuatu yang bersejarah, mistis,” kata Mourinho seperti dikutip Reuters. ”Ini adalah kekalahan 1-0 terindah dalam hidup saya, tetapi para pemain tidak layak kalah. Kami sempurna secara taktik dan pertahanan. Kami sangat disiplin. Kami bekerja keras untuk tidak memberi mereka ruang.”

Mourinho menyatakan, sejarah bakal mencatat Inter yang melaju ke final dengan menggagalkan ambisi Barcelona meraih gelar di Bernabeu, stadion milik seteru abadi, Real Madrid. ”Jika saya harus menggambarkan pemain saya, saya akan mengatakan, dalam 40 tahun, mereka bakal terus menjadi pembicaraan,” kata Mourinho yang pernah menjadi penerjemah dan asisten pelatih di Barca.

Inter memiliki peluang untuk memenangi gelar Liga Champions ketiga mereka dan pertama sejak 1965 saat kembali ke final untuk yang pertama dalam 38 tahun terakhir. Mereka bakal menghadapi klub Bundesliga, Bayern Muenchen, yang mengalahkan Olympique Lyonnaise dengan agregat 4-0.

Mourinho, yang menyebut keinginan Barcelona untuk bermain di Bernabeu sebagai obsesi, terus memanasi ”The Catalans” saat merayakan keberhasilan di Nou Camp yang terisi hampir 100.000 penonton. Mourinho bahkan terlibat bentrokan dengan kiper Barca, Victor Valdez, saat pelatih asal Portugal itu merayakan kemenangan.

Cerdik

Inter menghadapi serangan Barca, dipimpin pemain terbaik dunia, Lionel Messi, dengan bermain bertahan. Mereka menunjukkan kecerdasan dalam pertahanan dipadu determinasi para pemainnya. Pertandingan ini lagi-lagi membuktikan kecerdikan taktik Mourinho yang sangat menentukan setelah harus kehilangan Goran Pandev sebelum kick off dan diusirnya Motta.

Bukan hanya cerdik dalam meramu taktik, Mourinho juga hebat dalam menerapkan perang psikologis terhadap lawan. Sebelum laga, ia seperti secara sengaja memanas-manasi publik Nou Camp dengan berjalan santai di tengah lapangan, dengan kedua tangan di saku, persis orang biasa yang tengah menikmati jalanan sunyi pedesaan, bukan di tengah gemuruh hampir 100.000 pendukung Barca. Kepercayaan diri itu seperti merasuki para pemainnya yang tengah melakukan pemanasan.

Siulan dan teriakan pendukung tuan rumah tak membuat Mourinho goyah. Tingkah lakunya di pinggir lapangan secara konstan menarik perhatian kamera. Diusirnya Motta hanya membuatnya tertawa sinis. Ia keluar dari area teknik untuk memberikan instruksi kepada pemainnya, membuat laga harus dihentikan karena wasit harus memperingatkannya.

Taktik serangan balik yang diterapkan Mourinho membuat Inter sering bermain dengan sembilan pemain di kotak penalti untuk bertahan. Sepanjang laga, hanya dua kali gawang Inter terancam, satu peluang dimiliki Bojan Krkic yang sundulannya melebar serta satu lagi menjadi gol Gerard Piqué, enam menit sebelum laga berakhir.

Formasi menyerang

Pelatih Barcelona Pep Guardiola memasang salah satu formasi paling menyerangnya sepanjang musim, tetapi strateginya itu tak cukup untuk membongkar pertahanan Inter. Messi dan mantan striker Inter, Zlatan Ibrahimovic, mandul. Meski Barca memiliki 76 persen penguasaan bola, dengan Xavi Hernandez dan Sergio Busquets mendominasi lini tengah, mereka hanya empat kali melakukan tendangan ke arah gawang.

Trio Inter, Esteban Cambiasso, Cristian Chivu, dan Wesley Sneijder, bekerja keras mengejar bola ke setiap bilah rumput Nou Camp. Lucio dan Walter Samuel seperti karang di lini pertahanan, memantulkan kembali gelombang demi gelombang serangan Barcelona.

Guardiola mengatakan, kartu merah Motta justru merugikan timnya karena itu merusak rencana permainan kedua tim. ”Kartu merah itu memengaruhi permainan karena mereka akhirnya hanya bertahan dan menyerang selalu lebih sulit dari bertahan,” kata Guardiola yang dikutip AFP. ”Kami memiliki penguasaan bola yang banyak, tetapi gagal menciptakan banyak peluang. Sangat sedikit ruang di pertahanan dan lini tengah. Saat ada sembilan pemain bertahan, tidak mudah. Kami mencoba, tetapi mereka bertahan dengan bagus.”

Inter Calon Juara CHAMPION



Inter Milan Hentikan Langkah Barcelona dengan Kemenangan 3-2

1 Barcelona v Inter Milan 0 (Inter menang agregat 3-2)
BARCELONA - Kekalahan tidak selalu menyakitkan. Bahkan, bisa juga indah. Itulah yang tengah dirasakan kubu Inter Milan meski kalah 0-1 oleh Barcelona pada second leg semifinal Liga Champions di Nou Camp kemarin dini hari.

Hasil itu tak menghentikan langkah Inter menuju final dengan kemenangan agregat 3-2.
Nerazzurri -julukan Inter- akan meladeni Bayern Munchen pada final di Santiago Bernabeu, Madrid, pada 22 Mei mendatang.
Sukses Inter melenggang ke final mengakhiri penantian selama 38 tahun. Kali terakhir mereka menjadi finalis pada musim 1972. Tim raksasa Italia itu kali terakhir menjadi jawara Eropa pada 1965 alias 45 tahun lalu!
Wajar bila sukses lolos ke final disambut luar biasa para penggawa Nerazzurri.


''Ini kekalahan terindah sepanjang karir saya. Buat saya, buat pemain, dan juga buat fans, ini momen terhebat,'' ucap Jose Mourinho,
allenatore Inter, sebagaimana dikutip Reuters. ''Sudah 38 tahun Inter tidak merasakan final Liga Champions.


Padahal, ini bukan tim muda yang bisa menunggu 15 tahun untuk sampai ke final,'' lanjutnya.



''Sangat sulit menaklukkan Barcelona dengan sebelas orang. Tapi, kami mampu melakukan itu dengan sepuluh orang. Ini adalah prestasi luar biasa, sangat bersejarah,'' lanjutnya dengan berseri-seri.



Inter kehilangan Thiago Motta yang diganjar kartu merah pada menit ke-28. Wasit asal Belgia, Frank de Bleeckere, menjatuhkan kartu kuning kedua kepada Motta setelah dia mendorong wajah Sergi Busquets.



Kehilangan satu pemain membuat Inter yang dari awal cenderung bertahan semakin defensif. Beragam cara yang dilakukan Barca tidak mampu menembus ketatnya pertahanan Inter. Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, dan Pedro Rodriguez plus Daniel Alves dan Xavi yang ikut menyerang mati gaya menghadapi ketatnya pertahanan tim tamu.


Jangankan melepaskan tembakan yang mengancam gawang Julio Cesar, menembus kotak penalti Inter pun kesulitan. Alhasil, meski mendominasi
ball possession, Barca hanya mencetak satu gol lewat Gerard Pique pada menit ke-84.


''Saya tidak pernah melihat tim yang permainannya sangat defensif, total bertahan seperti Inter malam ini (kemarin dini hari, Red),'' ungkap Yaya Toure, gelandang Barca, kepada
Goal.


''Pemain yang berada di posisi yang sama dengan saya saja beroperasi jauh di depan saya. Nyaris di depan kotak penalti sendiri,'' lanjutnya.
Pelatih Barcelona Josep Guardiola tidak mau mengkritik gaya main Inter yang menurut banyak pihak sangat negatif dan membosankan.


Pelatih yang musim lalu membawa Barca memenangi enam trofi itu dengan besar hati mengakui keunggulan lawan.
''Selamat kepada Inter. Mereka telah mengalahkan kami dalam dua game. Saya ucapkan semoga berhasil kepada mereka,'' tutur Guardiola seperti dikutip Sky Sports.


''Semua tim boleh menampilkan permainan seperti apa pun sesuka mereka. Saya tidak akan komplain. Kami sudah mencoba menembus pertahanan mereka lewat tengah dan sayap, tapi tidak berhasil,'' papar dia.



Menurut Mourinho, obsesi Barca membukukan final
back-to-back itulah yang menyebabkan kekalahan. Para pengamat bahkan menyebut Barca sebagai korban dari kesuksesannya musim lalu. Namun, Guardiola menampik anggapan itu.


''Kami sudah mencapai final Liga Champions. Bagaimana mungkin kami menjadi korban? Klub ini tahu rasanya kalah. Kami harus minta maaf kepada fans,'' kata Guardiola. (na/ca)

Kamis, 29 April 2010

Bayer Munchen Ke FINAL


Hat-trick Ivica Olic Hancurkan Olympique Lyon
0 Olympique Lyon v Bayern Munchen 3 (Bayern menang agregat 4-0)

LYON - Bayern Munchen melenggang mulus menuju final Liga Champions. Berbekal kemenangan 1-0 pada first leg di Allianz Arena pekan lalu, Bayern menuntaskan laga semifinal dengan menggebuk tuan rumah Olympique Lyon dengan skor telak 3-0 pada second leg di Stade de Gerland kemarin dini hari (28/4). FC Hollywood -sebutan Bayern- lolos ke final dengan kemenangan agregat 4-0.

Adalah Ivica Olic yang menghancurkan harapan Lyon. Penyerang Bayern itu mencetak tiga gol ke gawang tuan rumah yang dikawal Hugo Lloris. Olic mencetak hat-trick pada menit ke-26, 67, dan 78.

''Saya kira Lyon lebih tangguh dari yang ada. Tapi, setelah gol pertama, mereka terkubur. Setelah menit ke-26, mereka tak lagi punya keyakinan,'' kata Olic seperti dilansir AFP. ''Mereka tidak bisa mencetak tiga gol saat melawan Grenoble (juru kunci Ligue 1, Red). Bagaimana mungkin mereka bisa melakukannya ketika melawan Bayern?'' kata penyerang 30 tahun itu.

Ya, Lyon memang tampak tak berdaya kala meladeni Bayern. Terlebih setelah diusirnya kapten Cris pada menit ke-59. Defender Lyon itu diganjar kartu kuning kedua setelah mengumpat wasit asal Swiss Massimo Bussaca. Beberapa menit sebelumnya, Cris menuai kartu kuning pertama karena melanggar Olic.

Kehilangan seorang pemain, Lyon makin kedodoran. Dalam kondisi seperti itu, tambahan dua gol dari Olic akhirnya mengubur peluang tuan rumah. ''Kami kehilangan Cris, pemain yang sangat penting. Hal itu memaksa kami berlari dua kali lebih banyak,'' kata Michel Bastos, gelandang Lyon.

Tuan rumah sebenarnya punya peluang. Salah satunya dimiliki Bastos. Sayang, tendangan voli pemain asal Brazil itu melebar ke samping gawang Bayern. ''Jika saya mencetak gol itu, kami akan mengubah pertandingan,'' katanya. ''Tapi, mereka memang pantas ke final. Kami harus segera melupakan hasil ini dan berkonsentrasi pada nasib kami di liga,'' tutur Bastos.

Dengan lima laga tersisa, Lyon berada di peringkat kelima klasemen Ligue 1. Mereka harus berjuang untuk menembus posisi tiga besar demi meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Lyon akan meladeni tuan rumah Montpellier yang menghuni peringkat keempat pada laga akhir pekan ini.

Arsitek Lyon Claude Puel berharap agar pasukannya mengarahkan konsentrasi ke kompetisi domestik. ''Kami harus melupakan semua ini dan bersiap menyambut laga melawan Montpellier. Kami adalah sebuah kesatuan dan kami akan menunjukkannya sampai akhir musim nanti,'' katanya.

Bagi Bayern, sukses menembus final Liga Champions membuat klub berjuluk FC Hollywood tersebut menapaki sukses pada 2001. Ketika itu mereka menjadi jawara setelah menang adu penalti atas Valencia di San Siro, Milan.

Bayern sudah tujuh kali lolos ke final dan empat kali menjadi juara. Pencapaian tersebut menjadikan FC Hollywood sebagai klub tersukses keempat setelah Real Madrid, AC Milan, dan Liverpool.

Musim ini Bayern berpeluang merebut tiga gelar. Selain Liga Champions, mereka lolos ke partai puncak Piala Jerman. Mereka melawan Werder Bremen pada 15 Mei nanti. Bayern juga masih punya kans menjadi kampiun Bundesliga.

"Kami berpeluang merebut tiga gelar," papar Thomas Muller, striker Bayern. ''Saya masih tidak percaya bahwa saya akan bermain di final Liga Champions pada musim pertama bermain di tim senior,'' tutur pemain 20 tahun itu. (ham/c10/ca)

Senin, 26 April 2010

Siapa Yang Berpeluang juara Spanyol

[ Senin, 26 April 2010 ]


Persaingan Sengit Menuju Gelar Juara Liga Primera
Tinggal Empat Laga, Barca-Real Selisih Satu

MADRID - Liga Primera Spanyol memasuki fase menentukan. Ketika kompetisi tertinggi di Negeri Matador itu menyisakan empat laga, persaingan menuju gelar juara semakin sengit. Barcelona dan Real Madrid terus bersaing dengan hanya berselisih satu angka (87-86) setelah sama-sama memetik kemenangan kemarin.

Di Nou Camp Barcelona memukul juru kunci klasemen Xerez dengan skor 3-1. Sedangkan Real yang bertamu ke kandang Real Zaragoza menundukkan tuan rumah 2-1. Melihat ketatnya persaingan dua tim raksasa itu, banyak pengamat yang memprediksi bahwa juara baru bisa ditentukan pada hari terakhir liga.



Kemenangan yang diraih El Barca -sebutan Barcelona- dan Real kemarin (25/4) menjadi pembuktian para supersub. Arsitek Barca Josep Guardiola mengistirahatkan sejumlah pilar yang dipersiapkan untuk menghadapi Inter Milan dalam second leg semifinal Liga Champions di Nou Camp (28/4). Meski begitu, sang juara bertahan tetap menakutkan.

Tiga gol Barca dicetak oleh Jeffren Suarez (14'), Thierry Henry (24'), dan Zlatan Ibrahimovic (56'). Sementara itu, Xerez memperkecil kedudukan lewat Mario Bermejo pada menit ke-25.

"Hari ini kami bermain dengan pikiran melayang-layang. Kami memikirkan laga melawan Inter. Itu tidak bisa dihindari," terang Guardiola seperti dikutip Associated Press.

"Laga itu (semifinal Liga Champions, Red) terlalu penting buat kami. Musim lalu kami memenangkan enam gelar. Kalau musim ini tidak bisa meraih double winner saja, kami serasa tidak meraih apa-apa," lanjutnya.

Meski konsentrasi Guardiola tidak sepenuhnya tercurah ke laga itu, toh strateginya yang menurunkan penyerang lapis kedua tetap sukses besar. Jeffren dan Henry tampil menawan untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi pilihan utama Guardiola.

Yang terjadi di La Romareda -kandang Zaragoza- tidak jauh berbeda. Menghadapi ketatnya pertahanan tuan rumah, bukan Cristiano Ronaldo atau Gonzalo Higuan yang menjadi penyelamat Real. Melainkan, pangeran Madrid Raul Gonzalez dan bintang yang baru sembuh dari cedera, Kaka.

Setelah babak pertama yang alot dan berakhir tanpa gol, Raul memecah kebuntuan skor pada menit ke-50. Tendangannya yang memanfaatkan umpan silang Ronaldo tak mampu dibendung kiper Zaragoza Roberto Gago. Sayang, keunggulan itu tak bertahan lama. Sebelas menit kemudian tuan rumah menyamakan kedudukan lewat Adrian Colunga.

Pelatih Manuel Pellegrini bertindak cepat dengan merombak sektor tengah. Dia menarik Fernando Gago dan memasukkan Kaka pada menit ke-75. Hanya tujuh menit setelah masuk, Kaka menyelamatkan Real sekaligus membuat persaingan dengan Barca tetap terbuka. Dia menyambar umpan silang Ronaldo dan menembakkannya ke sisi kiri gawang Gago. Real pulang dengan tiga angka.

"Sungguh kegembiraan besar karena bisa mencetak gol setelah lama absen. Saya sudah menunggu game seperti ini," ungkap Kaka seperti dikutip AFP. "Saya pikir, saya sudah memberikan jawaban yang jelas kepada siapa pun yang sudah mengkritik penampilan saya," lanjut bintang yang direkrut dari AC Milan itu.

Sesudah laga, Pellegrini menyatakan bahwa Kaka punya peran penting buat Real. Bahkan, dengan Kaka kembali ke skuad Los Blancos -julukan Real Madrid- dalam empat laga terakhir, pelatih asal Cile itu yakin peluang timnya menjadi juara masih terbuka.

Sebenarnya, peluang Real memenangi musim ini memang tinggal berharap pada keberuntungan. Sekalipun mereka menyapu bersih empat laga tersisa, itu akan sia-sia jika Barca juga menoreh hasil serupa.

Meski begitu, para penggawa Real tetap optimistis. "Kami akan bertarung hingga akhir musim," tegas Kaka kepada Marca. "Kami lebih suka tidak memikirkan Barcelona. Kalaupun mereka terpeleset, itu tidak berguna jika kami juga kehilangan poin. Kami tetap harus fokus pada pertandingan kami," kata pemain timnas Brazil tersebut. (na/c10/ca)

kritik MOURINHO

Henry: Barcelona Jangan Hiraukan Mourinho


VIVAnews - Penyerang Barcelona, Thierry Henry mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tidak terpengaruh dengan psywar yang dilakukan oleh Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho menjelang laga leg 2 semifinal Liga Champions, Rabu 28 April 2010.

Menurut Henry, apa yang dilakukan oleh Mourinho sebagai pelatih adalah hal yang lumrah. "Saya telah mengenalnya selama bertahun-tahun sejak di Inggris, saat saya masih di Arsenal," kata Henry seperti dilansir dari Football Italia, Senin 26 April 2010.

"Saya belajar untuk tidak menghiraukan dirinya dan hanya memikirkan sepakbola," tegas Henry.

Sementara itu, menanggapi laga melawan Inter, pemain asal Prancis itu mengakui bahwa untuk membalikkan keadaan dan mencetak dua gol tidak mudah. Tapi, dia yakin skuat Pep Guardiola mampu mengatasi Inter di Camp Nou.

"Kami tahu itu. Pada pertandingan di markas kami, kami akan bermain dengan sebaik mungkin," tegas Henry.

Inter pekan ini akan menjalani laga kedua dengan melawat ke markas Barcelona, Camp Nou. Nerazzurri membawa modal besar dengan kemenangan 3-1 di leg 1. (one)

Minggu, 25 April 2010

MU top Klasemen

MU Kembali Tempati Singgasana Premier League
3 Man United v Tottenham 1

MANCHESTER - Formasi di pucuk pimpinan klasemen sementara Premier League kembali bergolak. Itu seiring dengan kemenangan 3-1 yang dibukukan Manchester United atas Tottenham Hotspur di Old Trafford tadi malam WIB (24/4). Lewat kemenangan tersebut, United pun kembali menempati singgasana klasemen yang sempat lepas sejak dikalahkan Chelsea 1-2 tiga pekan lalu (3/4).


Setan Merah -sebutan United- kini mengoleksi 79 poin dari 36 laga. Mereka unggul dua poin atas Chelsea. Hanya, Chelsea masih berpeluang kembali menempati puncak klasemen karena baru memainkan laga ke-36 lawan Stoke City malam nanti WIB.

Terlepas dari itu, kemenangan lawan Spurs -julukan Tottenham- membuat posisi United lebih menguntungkan. Sebab, United telah melewati laga berat alias tinggal menyisakan dua laga ke depan yang relatif ringan.

Lawan-lawan United berikutnya hanya Sunderland (1/5) dan Stoke City (9/5). Bandingkan dengan Chelsea yang harus menghadapi Liverpool di Anfield (1/5). Dengan Liverpool masih mengejar finis empat besar, Chelsea tidak akan mudah meraih hasil absolut.


"Kembali ke puncak tentu akan memberikan tekanan besar kepada rival kami, Chelsea lawan Stoke besok (hari ini, Red)," kata pelatih United Sir Alex Ferguson kepada
ESPN.

Di awal pertandingan, United tampil "mengejutkan" dengan tidak memainkan Wayne Rooney. Bomber utama United itu cedera pangkal paha. Alhasil, Dimitar Berbatov diplot sebagai pengganti. Untuk kali kesekian, Berbatov gagal memberikan aksi memuaskan karena beberapa kali membuang peluang.


Kebuntuan tuan rumah baru pecah setelah mendapat hadiah penalti pada menit ke-58. Penetrasi Patrice Evra memaksa Benoit Assou-Ekotto melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Ryan Giggs sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Tapi, selang 12 menit, Ledley King membungkam publik Old Trafford. Sundulan
skipper Spurs -memanfaatkan sepak pojok Gareth Bale- itu menyamakan kedudukan 1-1. Ketegangan pun melanda kubu United.

Ferguson lantas memasukkan Federico Macheda untuk menambah daya gedor. Pergantian tersebut membawa efek positif selang semenit (menit ke-81) lewat gol Nani. Dari sodoran bola Macheda, Nani sprint ke kotak penalti, lalu memperdaya kiper Huerelho Gomes dengan tendangan chip.

Nani pula yang mengkreasi gol ketiga United pada menit ke-86.
Winger Portugal itu melakukansolo run dari tengah lapangan sebelum terjatuh di kotak 16 karena didorong Wilson Palacios. Untuk kali kedua, Giggs kembali menjadi algojo dan tidak membuat kesalahan.

"Kami tidak bermain sebagus yang kami lakukan di dua laga sebelumnya, khususnya sepuluh menit terakhir yang memastikan kami tidak akan pulang dari Old Trafford dengan membawa poin," kata Harry Redknapp, pelatih Spurs.

Ya, dua gol United pada sepuluh menit terakhir, menurut Redknapp, meyakinkan dirinya bahwa Spurs bermasalah dengan pertahanan. "Kami tidak bertahan dengan cukup bagus, dan itu dibayar mahal pada sepuluh menit terakhir. Kami juga memberikan dua penalti gratisan kepada lawan," ulasnya. (dns/c10/bas)